Tarakan – Wakapolda Kalimantan Utara Andries Hermanto bersama jajaran Forkopimda Provinsi Kaltara, Pejabat Utama Polda Kaltara, serta Bhayangkari mengikuti kegiatan peresmian operasional Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dan groundbreaking pembangunan SPPG secara nasional melalui video conference di SPPG Polri Polresta Bulungan, Jumat (13/2/2026) pukul 10.00 WITA.
Kegiatan nasional tersebut dipusatkan di SPPG Polri Palmerah, Palmerah dan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang didampingi Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden meresmikan operasional 510 SPPG Polri, melakukan groundbreaking pembangunan 107 SPPG Polri, serta meresmikan 18 gudang ketahanan pangan Polri yang tersebar di 12 Polda di seluruh Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat pelayanan publik Polri sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Keberadaan SPPG diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pemenuhan gizi yang berkualitas, sekaligus memperkuat peran Polri dalam program pembangunan nasional.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Polri atas keterlibatan aktif dalam mendukung berbagai program strategis nasional, khususnya di bidang pemenuhan gizi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan SPPG bukan sekadar fasilitas pelayanan, tetapi merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“SPPG ini bukan hanya sekadar bangunan atau fasilitas pelayanan, tetapi wujud nyata komitmen kita dalam memastikan masyarakat mendapatkan pemenuhan gizi yang baik,” ujar Presiden.
Presiden juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar program ini dapat berjalan optimal dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Selain itu, pembangunan gudang ketahanan pangan yang diresmikan secara bersamaan juga diharapkan mampu memperkuat sistem distribusi dan ketersediaan pangan di berbagai daerah, terutama dalam menghadapi potensi krisis pangan di masa depan.
Melalui program ini, pemerintah menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan nasional.


