Tanjung Selor – Kapolda Kalimantan Utara Djati Wiyoto Abadhy memimpin langsung prosesi pemberian reward dan punishment kepada personel Polda Kalimantan Utara dalam rangkaian Upacara Hari Kesadaran Nasional di Mapolda Kaltara, Rabu (18/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 17 personel menerima piagam penghargaan atas prestasi, dedikasi, dan kinerja yang dinilai memberikan kontribusi positif bagi institusi kepolisian.
Kapolda Kaltara menegaskan bahwa pemberian penghargaan merupakan bentuk apresiasi institusi kepada anggota yang mampu menunjukkan integritas, profesionalitas, serta kinerja terbaik dalam pelaksanaan tugas.
“Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan institusi kepada anggota yang telah bekerja dengan baik dan memberikan kontribusi positif bagi organisasi,” ujar Kapolda.
Di sisi lain, sebagai bentuk penegakan disiplin dan komitmen terhadap integritas, Polda Kalimantan Utara juga menjatuhkan sanksi tegas berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada empat oknum anggota Polri yang terbukti melakukan pelanggaran berat.
Kapolda menjelaskan bahwa keputusan PTDH tersebut telah melalui proses panjang dan pertimbangan matang sesuai mekanisme serta ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan Polri.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus melakukan pembenahan internal serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Dalam amanatnya, Kapolda menekankan bahwa reformasi Polri harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar wacana.
Ia mengingatkan seluruh personel untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya, menjaga integritas, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merusak citra institusi.
Selain itu, Kapolda juga mendorong penguatan budaya disiplin, ketaatan hukum, serta pengawasan internal yang lebih efektif di lingkungan kepolisian.
“Kita harus berani menegakkan disiplin dan menjaga marwah institusi. Tunjukkan kepada masyarakat bahwa tugas kita adalah memberikan pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat Kalimantan Utara,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian menjadi salah satu indikator keberhasilan kinerja Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.


